Minggu, 04 Oktober 2020

5 Cara Mengatasi Flashdist Tidak Terbaca

 

Flashdisk Tidak Terbaca? Ini Penyebab & Cara Memperbaikinya


Flashdisk merupakan salah satu tempat penyimpanan file penting yang paling sering digunakan hingga saat ini. kamu juga pasti punya, kan?

Sayangnya, flashdisk bisa saja tidak terdeteksi di PC atau laptop karena virus komputer berbahaya atau lainnya. Hal ini pun pasti menjadi masalah yang sudah sering kamu alami.

Ya, masalah flashdisk yang tidak terbaca dan tidak terdeteksi pada PC atau laptop alias rusak seringkali menjadi hantu yang paling menakutkan, loh! Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Nah, pada artikel kali ini, Admin bakal menjelaskan penyebab dan cara mengatasi flashdisk tidak terbaca yang bisa kamu coba dengan mudah, geng. Simak baik-baik, ya!

Penyebab dan Cara Mengatasi Flashdisk Tidak Terbaca

Flashdisk tidak terdeteksi tentu disebabkan oleh beberapa faktor. Sehingga, kamu harus mengetahui penyebabnya agar bisa mengatasinya dengan cara yang tepat.

Sebelum melangkah lebih jauh, alangkah baiknya kamu ketahui dulu beberapa penyebab flashdisk menjadi tidak terbaca atau tidak terdeteksi nih.

Tentunya, setiap masalah yang menyebabkan rusaknya flashdisk memiliki cara tersendiri untuk menanganinya, loh. Jadi, jangan sampai salah, ya!

Mulai dari permasalahan fisik, serangan virus dan malware, hingga yang berhubungan dengan software sudah Jaka ulas selengkapnya di bawah ini.


1. Port USB atau Konektor Flashdisk Kotor

Hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah mengecek kondisi fisik, baik pada port USB di PC atau laptop, maupun konektor flashdisk.

Kalau kamu biasa meletakkan flashdisk, PC, atau laptop kamu di tempat kotor, sudah bisa dipastikan kalau port USB kamu kemasukan debu, geng.

Debu yang menutupi konektor kemungkinan besar akan mempengaruhi kinerja flashdisk dan membuat flashdisk tidak terbaca di PC atau laptop.

2. Driver USB Bermasalah

Kemudian bisa juga karena driver USB yang bermasalah, misalnya saja saat USB tidak terbaca padahal sudah terhubung ke PC atau laptop.

Sebelumnya, kamu bisa mengecek driver USB melalui Device Manager dan memilih opsi Universal Serial Bus controllers di dalamnya.

Meski tidak banyak biasanya masalah flashdisk yang error karena masalah ini, kamu tetap boleh mencoba cara yang satu ini.

3. Virus dan Malware

Selain dari masalah fisik, rusaknya flashdisk tidak terdeteksi sama sekali bisa juga disebabkan karena serangan virus dan malware, geng.

Hal ini bisa pula dipicu oleh penggunaan flashdisk yang sering disambungkan ke sembarang PC atau laptop secara bergantian dan dengan intensitas cukup tinggi.

Maka, cara yang paling ampuh adalah dengan menghapus virus tersebut dengan antivirus kepercayaan kamu.

4. Perangkat Flashdisk Palsu

Terakhir, bisa jadi permasalahan flashdisk tidak terbaca tapi terdeteksi ini diakibatkan karena kamu menggunakan perangkat flashdisk palsu, geng.

Pada kasus ini kamu harus lebih jeli lagi dalam memilih flashdisk dengan kualitas terbaik. Jangan percaya dengan harga murah dari merek-merek flashdisk terkenal.

Cara Memperbaiki Flashdisk yang Tidak Terbaca

Setelah kamu mengetahui beberapa penyebab flashdisk rusak, sekarang kamu bakal mengetahui bagaimana cara memperbaiki flashdisk yang tidak terbaca datanya.

Nah, di sini kamu akan melakukan dari cara paling mudah hingga perlu penanganan ekstra. Sudah siap untuk mengikutinya yaa..

1. Bersihkan Port USB dan Konektor Flashdisk



Seperti pada ulasan sebelumnya, kemungkinan terbesar data flashdisk tidak terbaca adalah karena flashdisk kotor atau kemasukan debu.

Untuk permasalahan seperti ini, ada beberapa langkah mudah yang Jaka rekomendasikan untuk kamu lakukan terlebih dulu, di antaranya:

  • Bersihkan port USB dan konektor USB dengan menggunakan kuas pembersih untuk mengangkat partikel debu yang menutupi.
  • Bersihkan lempengan kuningan pada flashdisk dengan menggunakan karet penghapus (apabila konektor USB adalah yang bertipe terbuka).
  • Kemudian coba hubungkan flashdisk di PC/laptop lain. Di sini untuk menguji, apakah flashdisk yang rusak atau malah PC/laptop yang bermasalah.

2. Pindai dengan Software Antivirus

Cara Atasi Flashdisk Tidak Terbaca 08cf4

Jika permasalahan flashdisk tidak terbaca karena virus atau serangan malware, maka hal pertama yang bisa kamu lakukan adalah melakukan pemindaian dengan software antivirus.

Misalnya kamu bisa mencoba cara memperbaiki flashdisk yang tidak terbaca tanpa diformat dengan menghapus virus shortcut di flashdisk agar flashdisk terbebas dari virus yang membahayakan.

Selain itu, ada pula beberapa rekomendasi aplikasi antivirus PC terbaik yang bisa kamu coba untuk membersihkan data di flashdisk secara rutin.

3. Install Ulang Driver USB

Kamu juga bisa melakukan cara memperbaiki flashdisk tidak terbaca dengan memeriksa dan melakukan install ulang pada driver USB yang digunakan.

Untuk install ulang driver USB pada PC atau laptop, kamu bisa melakukan beberapa langkah mudah sebagai berikut:

Langkah 1: Buka Pengaturan Device Manager
  • Pertama kali hubungkan terlebih dulu flashdisk yang tidak terbaca dengan PC atau laptop.
  • Selanjutnya kamu tinggal klik kanan pada logo Windows di pojok kiri bawah layar dan pilih opsi Device Manager.
Langkah 2: Pilih Opsi USB Mass Storage Device
  • Pada jendela Device Manager, cari opsi Universal Serial Bus controllers.
  • Buka menu dropdown dan cari perangkat bernama USB Mass Storage Device yang akan diberi tanda peringatan kuning apabila mengalami error.
Langkah 3: Uninstall Driver USB
  • Pada USB Mass Storage Device, kamu tinggal klik kanan dan pilih opsi Uninstall Device. Jika muncul pop-up peringatan, kamu tinggal klik Uninstall saja.
  • Setelah proses selesai, kamu bisa mencabut dan mencolok kembali flashdisk untuk segera digunakan. Kamu juga bisa me-restart PC atau laptop terlebih dahulu.

4. Menggunakan Command Prompt (CMD)

Walau sudah terbilang jadul, namun cara mengatasi flashdisk tidak terbaca dengan CMD alias Command Prompt ternyata masih sangat manjur, loh!

Dengan sejumlah perintah, kamu bisa mengetahui kondisi flashdisk kamu apakah masih sehat atau sudah terdapat beberapa masalah.


Sumber : https://jalantikus.com/tips/flashdisk-tidak-terbaca/

Rabu, 01 Juli 2020

Prototyping


Prototyping: the mother of invention - UX Collective
Rapid Prototyping
 adalah teknik membentuk dan marakit sebuah produk dengan cara yang cepat dengan integrasi antara sistem CAD (Computer Aided Design) dan mesin dengan sistem Rapid prototyping (3D printing, CNC). Pembentukannya dengan menambahkan layer by layer sesuai irisan yang diolah dengan CAD. Bourell (2009) menjelaskan definisi dari rapid prototyping sebagai proses pembentukan benda dari data 3D berupa layer/lapisan, sebagai kebalikan dari proses manufaktur yaitumengurangi bagian – bagian yang tidak diperlukan. Publikasi tentang Teknik rapid prototyping pertama kali dilakukan oleh ilmuan Jepang bernama Hideo Kodama. Tahun 1981 Kodama memperkenalkan teknik membentuk model tiga dimensi dari bahan plastik plastik menggunakan metode menyinari polymer cair dengan sinar ultraviolet (Kodama, 1981). Setelah Kodama mempublikasikan penelitiannya tersebut, berkembang penelitian lain tentang membentuk obyek 3D dengan proses yang lebih cepat dan mudah. 
Perkembangan rapid prototyping juga tidak terlepas dari perkembangan komputer khususnya teknologi CAD/CAM yang sudah muncul lebih dulu di tahun 1960an. Dengan teknologi CAD/CAM, memudahkan proses pengirisan layer-layer obyek yang dibentuk dengan teknik rapid prototyping(Pandey, 2004). Lu, 2015 mengatakan teknologi rapid prototyping menjadi teknologi yang bernilai untuk industri manufaktur. Dengan teknologi ini akan dapat mewujudkan 5 “any”s:  any material, any part, any quantity, any location dan any industrial field. Kemudahan dan keunggulan teknologi rapid prototyping membawa dampak pada tren penelitiannya. Salah satunya adalah penelitian tentang dampaknya pada harga produksi. Santek (1995) menyatakan bahwa Rapid prototyping meningkatkan kualitas produk dan tampilan, mengurangi biaya dalam dalam waktu yang bersamaan yaitu saat mendesain dan pembuatannya. Steinchen (1996) melakukan percobaan menggunakan metode SLA dan mendapati pengurangan waktu proses dan biaya. Swortzel (1998) berhasil mengembangkan software menggunakan metode rapid prototyping dan automated code generation. Sedangkan Meurer, 2005 menyampaikan hasil penelitiannya tentang pembuatan biomodel dengan metode rapid prototyping bagi seorang pasien, berpotensi pada penghematan biaya pada sistem kesehatan. Sedangkan Mori et al. (2016) menggunakan metode rapid prototyping untuk mengurangi waktu mendesain pada comercial high-level synthesis tools.  Study literatur ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan teknologi rapid prototyping saat ini dan tren penelitian bidang rapid prototyping. Setelah mengetahui perkembangan dan tren penelitian terkini, diharapkan bisa memacu penulis sendiri dan peneliti-peneliti lain untuk mengembangkan dan memanfaatkan teknologi ini dalam kehidupan manusia dan juga terus mengintegrasikan dengan teknologi yang sudah ada

Pendahuluan

—  Prototipe  merupakan simulasi atau animasi dari bakal sistem.
—  Prototipe merupakan suatu metode dlm pengembangan sistem yg menggunakan pendekatan utk membuat sesuatu program dg cepat & bertahap shg segera dpt dievaluasi oleh pemakai
—  Prototipe ini memang benar-benar cocok utk user yg awam IT.
—  Dalam pembuatan prototipe kita dpt menerapkan UCD (User Centered Design).


Definisi Prototype

—              Proses membangun model dari suatu sistem.
—  Bentuk awal (contoh) atau standar ukuran dari sebuah objek.

Salah satu metode pengembangan perangkat luna

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgblsOwrY2LPYTsvi1lnkrEoho3lh5LhohW-pLDZ6HzXEynjpEaixH1rt3ptVi5B57RTvS37hNN99MLawWOHICEqih6OLQKRq5miE1VPmxPu3Yj9vPKKRvhZb44kozQ_8KSplk099STzXlL/s1600/Picture1.png


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrj8w64rfcr9_YAXPCzp4KtR5w_KdQXZhGlEU654Xs5Z7l4lzF2m33VTsNNEHbW1PsWxKu_RGpQIgnOmMaGq7SzrbhNC7RZQW7qMLzg39twnHLHHP-5v9yAiumRn_zsbJ_lvsob8sDsbTc/s1600/Picture5.jpg


Tahapan Prototipe

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfEMZjSrsB10Tl4cwSs2hXPY-h0MXLR9QLzX8wpW8DQgNZ5rmUeOLBDP8aKuR7r7l3R__FQwLUUO5z2cYuRRMF088egpup9WnOTrycnQFc1j-IHjsgY7361CL2gVmJQvyU3xwYhRVMAqr5/s1600/Picture2.png



Karakteristik dalam Proses UCD
—  Memahami user dan kebutuhannya.
—  Fokus pada user pada tahap awal  desain dan mengevaluasi hasil desain.
—  Mengidentifikasi, membuat dokumentasi dan menyetujui kegunaan dan tujuan pengalaman user.
—  Perulangan hampir dapat dipastikan. Para perancang tidak pernah berhasil hanya dalam satu kali proses.
Keunggulan Prototipe
1.   Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
2.   Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
3.   Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan sistem
4.   Lebih menghemat waktu dalam pengembangan sistem
5.   Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.
Kelemahan Prototipe
—  Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang ada belum mencantumkan  kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga belum memikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangka waktu lama.
—  Protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah.
—  Tidak fleksible dalam merespon perubahan.

Mengapa menggunakan Prototipe ?


—  Evaluasi dan feedback pada rancangan interaktif.
—  Stakeholder (dalam hal ini user) dapat melihat, menyentuh, berinteraksi dengan prototype.
—  Anggota tim dapat berkomunikasi secara efektif.
—  Para perancang dapat mengeluarkan ide-idenya.
—  Memunculkan ide-ide secara visual dan mengembangkannya.
—  Dapat menjawab pertanyaan              membantu pemilihan di antara alternatif-alternatif.


Dimensi Prototype
Penyajian
Ø  Bagaimana desain dilukiskan atau diwakili?
Ø  Dapat berupa uraian tekstual atau dapat visual dan diagram.
2. Lingkup
Ø  Apakah hanya interface atau apakah mencakup komponen komputasi?


Dimensi Prototype
3. Executability (Dapat dijalankan)
Ø  Dapatkah prototype tersebut dijalankan?
4. Maturation (Pematangan)
Apakah tahapan-tahapan produk ini mengikuti?
-  Revolusioner: mengganti yang lama.
-  Evolusioner : terus melakukan perubahan pada perancangan yang sebelumnya.


Metode Pembuatan Prototyping Dengan Cepat
Non-Computer
(biasanya dikerjakan lebih awal dalam proses pembuatan)

Computer-Based
(biasanya dikerjakan kemudian)


Metode Non-Computer (Manual)




Tujuan

 Ingin menyatakan gagasan desain dan mendapatkan dengan mudah dan cepat pendapat atas sistem.


Deskripsi Desain
Dapat berupa deskripsi tekstual dari suatu desain sistem.
-  Kelemahan yang nyata adalah seberapa jauh dari sistem yang sebenarnya.
-  Tidak dapat melakukan suatu pekerjaan yang mewakili aspek dari interface.
Sketsa, Mock-ups
-  Paper-Based “menggambarkan” interface.
- Baik untuk mengungkapkan pendapat.
-  Difokuskan pada orang dengan desain tingkat tinggi.
-  Tidak terlalu baik untuk menggambarkan alur dan rinciannya.
-  Murah dan cepat umpan balik sangat menolong.


Storyboarding
 Pensil dan simulasi catatan atau  walkthrough dari kemampuan dan tampilan sistem.
- Menggunakan urutan diagram/gambar.
- Menunjukkan kunci snap shots.
-          Cepat dan mudah.
Contoh :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_fDxIZc3a9qtflEiGOMJL23u5290DtO7_jwRuRw5WuoPCKjUOTHmbC8puW4gb2tmjwfsi1BgycHROrJpbE9Eb_Fa9hv6qYhe6kArI2sEjpeFQgGK36tydBl_eK4PWQvyBrIfkWFKjQ5-j/s1600/Picture6.png



Skenario
Hipotesis atau imajinasi penggunaan.
- Biasanya menyertakan beberapa  orang, peristiwa, lingkungan dan situasi.
-  Menyediakan konteks operasi.
-  Terkadang dalam format naratif, tetapi juga dapat berupa sketsa atau bahkan
video.


Utilitas Skenario

- Menjanjikan dan menarik.
- Mengijinkan perancang untuk melihat masalah dari pandangan orang lain.
- Memudahkan umpan balik dan pendapat.
-  Dapat sangat kreatif dan modern.
Teknik Lain 


Tutorial dan Manual

- Mungkin menuliskannya lebih  berguna daripada disimpan dalam kepala.
-  Memaksa perancang untuk membuat keputusan dengan tegas.
- Menulis/meletakkannya di atas kertas jauh lebih berharga.
Menirukan lebih banyak kemampuan sistem.
-  Pada umumnya hanya baru beberapa aspek atau fitur
-  Dapat berpusat pada lebih banyak detail
- Bahaya: Para pemakai jadi  lebih segan untuk menyarankan perubahan sekali ketika mereka melihat prototype yang lebih realistis.




Rapid Prototyping (RP)

Rapid Prototyping (RP) dapat didefinisikan sebagai metode-metode yang digunakan untuk membuat model berskala (prototipe) dari mulai bagian suatu produk (part) ataupun rakitan produk (assembly) secara cepat dengan menggunakan data Computer Aided Design (CAD) tiga dimensi. Rapid Prototyping memungkinkan visualisasi suatu gambar tiga dimensi menjadi benda tiga dimensi asli yang mempunyai volume. Selain itu produk-produk rapid prototyping juga dapat digunakan untuk menguji suatu part tertentu.
Terminologi Prototipe
1.   Prototype Horisontal
      Sangat luas, mengerjakan atau menunjukkan sebagian besar interface, tetapi tidak mendalam.

2.  Prototype Vertikal
    Lebih sedikit aspek atau fitur dari interface yang disimulasikan, tetapi dilaksanakan dengan rincian yang sangat baik.
Terminologi Prototipe

3.   Early Prototyping (prototipe cepat)

4.   Late Prototyping (prototipe lambat)

5.   Low-fidelity Prototyping (prototype dengan tingkat ketepatan yang rendah)
                Contoh (1) storyboard:
                -  Digunakan di awal desain.
                -  Biasanya digunakan dengan skenario, lebih terinci, dan
                    dapat diputar ulang.
                -  Kumpulan dari sketsa/frame individual.
                -  menyajikan urutan inti cerita.
                -  menunjukkan bagaimana kemungkinan user dapat mengalami peningkatan melalui setiap aktifitas.

Terminologi Prototipe

Contoh (2) sketsa:
                -  Sketsa sangat penting untuk low-fidelity prototyping.
                -  Jangan takut dengan kemampuan menggambar.
                -  Menyajikan “tampilan” cepat dari interface, konsep desain, dll.

                Contoh (3) “wizard-of-oz”:
                   - Digunakan tampilan maket dan berinteraksi dengan
                     pemakai
                  - Baik untuk mensimulasikan sistem  yang sulit dibuat
6.   Mid-fidelity prototyping (prototype dengan tingkat
                ketepatan sedang)
                -  Form skematik.
                -  Navigasi dan fungsi yang disimulasikan 
                   biasanya berbasis pada apa yang tampil pada layar
                   atau simulasi layar.
                Contoh tools yang digunakan: powerpoint, illustrator, dll.
7.   High-fidelity prototyping (prototype dengan tingkat ketepatan yang tinggi)
                 - Hi-fi prototype seperti sistem akhir.
                -  Menggunakan bahan baku yang sama seperti
                   produk akhir.
                Tools umum yang digunakan: Macromedia Director








Prototyping Tools

1.   Draw/Paint Program
                 contoh: Photoshop, Coreldraw
                - Menggambar setiap layar, baik untuk dilihat.
Contoh

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYagQxCZrbGWJlV77IWca4khKa0MaC-PC1AvD6RezKqNGDe19PbMwWmWgF4KwQ9ZOIF6AyHG5u4QvIxnc6ZycIbhgWbPAFNr5Qp5ig7-Yh2kisoSFDiha6d6Cdr8siOTs_hSUmUnxp3Wrh/s1600/Picture7.png




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLeTAZcTWhIonx0A8deFr-N0YaLqwyeKqcK8u-lv4X6ia7h3TvkN9bbKt080eSEJSGDyisY2bYUGk8YiDIKEb7tvAM7iWFuffQV-bGuVipHKAE9TICSxj4iB2uTGfbUJtGmSWcBaFL4U7t/s1600/Picture8.jpg


2.   Scripted Simulations/Slide Show
                contoh: Powerpoint, Hypercard,  Macromedia Director, HTML.
                -  Letakkan tampilan seperti storyboard dengan
                   (animasi) perubahan diantaranya.
                -  Dapat memberikan user catatan yang sangat
                    spesifik. 

3.   Interface Builders
                contoh: Visual Basic, Delphi.
                -  Tools untuk menampilkan jendela, kendali, dan
                    lain-lain dari  interface.


Rangkuman
—  Prototipe merupakan suatu metode dalam pengembangan sistem yang menggunakan pendekatan untuk membuat sesuatu program dengan cepat dan bertahap
—  Tahapan prototipe yaitu identifikasi kebutuhan pemakai, membuat prototipe, menguji prototipe, memperbaiki prototipe, mengembangkan versi produksi.
Metode prototipe dibedakan menjadi metode non-computer dan metode computer-based

Sumber:
https://docplayer.info/37089985-Tahapan-prototipe-prototyping-pendahuluan-karakteristik-dalam-proses-ucd-uro-abdulrohim-s-kom-mt.html

Sabtu, 09 Mei 2020

Graphical User Interface

GUI Graphical User Interface Colorful Blocks Stock Illustration ...
Sejarah Singkat GUI
Di awal pembuatannya, komputer dijalankan dengan menggunakan perintah yang diketik di layar monitor menggunakan keyboard.
Ini berlaku untuk semua program atau perintah tertentu yang terkait dengan sistem informasi. Ini tentu saja dianggap tidak praktis dan tidak canggih.
Selain itu hanya orang-orang tertentu yang dapat mengoperasikannya. Karena itu, para ahli diimbau untuk dapat menciptakan sesuatu yang dapat digunakan oleh orang awam dengan cara yang praktis dan mudah diingat.
Akhirnya, GUI atau Antarmuka Pengguna grafis lahir. GUI adalah sekumpulan aplikasi yang menampilkan semua menu, ikon, dan perangkat penunjuk lain yang menggantikan perintah yang diketik dalam shell.

Apa Itu GUI?
GUI (Graphical User Interface) adalah enis antarmuka pengguna yang menggunakan metode interaksi pada peranti elektronik secara grafis (bukan perintah teks) antara pengguna dan komputer.

Kelebihan dan Kekurangan GUI
1.   Kelebihan :
  • Desain grafis lebih menarik.
  • GUI memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan komputer dengan lebih baik.
  • Memudahkan pengguna.
  • Menarik pengguna.
  • Resolusi gambar tinggi

2.   Kekurangan :
  • Makan memori yang sangat besar.
  • Tergantung pada perangkat keras.
  • Membutuhkan banyak ruang pada layar komputer.
  • Tidak fleksibel.

    Pengembangan Aplikasi dengan GUI
    Graphical user interface dalam kombinasi visual berulir dengan fungsionalitas telah melampaui rekan karakter di pesat. Di sini, kebutuhan untuk mengingat dan mengetik perintah ini diganti, yang membuatnya sangat nyaman bagi pengguna untuk memiliki pengalaman yang nyaman dengan / mesin-nya. Kebutuhan untuk mengingat prosedur untuk memicu event (baik itu yang sederhana seperti membuka folder) tidak tetap.
              Dengan GUI, Pengalaman pengguna ditingkatkan dan diperkaya ejaan keinginan yang lebih besar untuk antarmuka dengan sistem ~ ‘(Website, PC, gadget) dalam operasi. Dan ini jelas menekankan kembali peran vital dari GUI di web dan pengembangan aplikasi. Ketika datang untuk mengembangkan website skala besar, yang merupakan motor ~ sukses ‘di internet-driven dunia sekarang ini, standar dan parameter harus didefinisikan dengan baik. Fungsi back-end, visual, pengguna-keramahan dan isi situs akan menenun menjadi satu substansi yang integral tunggal yang disebut “pengalaman User”. Seperti disebutkan sebelumnya, website sebagai node dari bisnis online, atau brosur informasi online atau media hiburan, dipromosikan ke anak tangga teratas pada dasar pengalaman pengguna yang kaya.


    Sumber :